x

Tatap Muka Bersama Polwan, Polda Papua Perkuat Profesionalisme, Integritas dan Soliditas

5 minutes reading
Monday, 7 Sep 2026 17:22 8 Redaksi

Papua – Polda Papua melalui kegiatan tatap muka bersama Polwan Polda Papua dan jajaran terus memperkuat pembinaan, profesionalisme, integritas serta soliditas personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Elsama Numberi SPN Polda Papua, Senin (07/09/2026), tersebut dihadiri Ibu Asuh Polwan Polda Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin, Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol. Eko Yudi Karyanto, S.I.K., Pakor Polwan Polda Papua Kompol. Dorthea Ansanay, S.Pd., serta perwakilan Bidkum Polda Papua. Polwan Polda Papua dan jajaran juga mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.

Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya menekankan bahwa Polwan merupakan bagian integral dari kekuatan institusi Polri. Dengan karakteristik wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis, sosial dan budaya yang beragam, Polwan dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan agar mampu memberikan pelayanan yang humanis, profesional dan responsif kepada masyarakat.

“Polwan bukan hanya hadir sebagai pelengkap organisasi, tetapi merupakan bagian integral dari kekuatan institusi Polri. Dengan karakteristik wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis, sosial dan budaya yang beragam, Polwan dituntut untuk memiliki kemampuan yang semakin baik,” ujar Karo SDM.

Ia juga mendorong seluruh Polwan untuk terus mengembangkan kompetensi, mengikuti perkembangan teknologi, meningkatkan kemampuan komunikasi dan teknis kepolisian serta memahami berbagai regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan tugas.

Menurutnya, pengembangan karier personel harus dilaksanakan secara objektif dan terukur dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, integritas, prestasi dan kebutuhan organisasi.

“Bangun kompetensi, jaga integritas dan tunjukkan prestasi. Bersainglah secara positif. Kalau ada kesempatan untuk maju, persiapkan diri dan tunjukkan kemampuan melalui kerja keras,” tegasnya.

Selain kompetensi, aspek disiplin, etika dan perilaku juga menjadi perhatian dalam pembinaan Polwan. Personel diingatkan untuk menjaga sikap, tutur kata, pergaulan serta bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap diri sendiri, keluarga maupun institusi.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol. Eko Yudi Karyanto mengingatkan seluruh Polwan agar senantiasa menjaga disiplin, etika, moral dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa setiap anggota Polri merupakan representasi institusi di tengah masyarakat. Karena itu, setiap tindakan personel akan turut memengaruhi citra dan kepercayaan publik terhadap Polri.

“Seragam yang kita kenakan membawa nama besar institusi Polri. Ketika kita melakukan hal yang baik, masyarakat akan melihatnya sebagai representasi Polri. Sebaliknya, apabila kita melakukan pelanggaran, masyarakat juga akan mengaitkannya dengan institusi,” jelasnya.

Kabid Propam juga menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak serta mengajak seluruh Polwan untuk menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi dan mekanisme yang tepat.

Menurutnya, Propam tidak semata-mata hadir untuk mencari kesalahan anggota, tetapi juga memiliki fungsi pembinaan dan pengawasan agar setiap personel dapat melaksanakan tugas sesuai aturan.

“Ramah dalam pelayanan, tegas dalam penegakan aturan. Selain itu, saya mengajak seluruh Polwan untuk menjaga solidaritas. Jangan saling menjatuhkan. Apabila ada persoalan internal, selesaikan secara dewasa dan melalui mekanisme yang benar,” ungkapnya.

Dari sisi hukum, perwakilan Bidkum Polda Papua IPTU Dr. Tantu Usman, S.H., M.H., memberikan pemahaman mengenai pentingnya integritas, moralitas, profesionalisme dan etika sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas anggota Polri.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan kedinasan dan keluarga, khususnya bagi Polwan yang telah berkeluarga. Setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan secara bijaksana dan tidak dibiarkan berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.

“Jaga integritas, jaga moralitas, jaga profesionalisme, jaga etika, dan yang paling penting, saling mengingatkan dan saling membantu,” pesannya.

Bidkum Polda Papua juga menjelaskan bahwa anggota Polri memiliki hak untuk memperoleh bantuan dan pendampingan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Personel yang menghadapi permasalahan hukum diharapkan tidak mengambil keputusan sendiri, tetapi dapat berkonsultasi dengan Bidkum untuk memperoleh arahan sesuai mekanisme yang telah ditentukan.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Asuh Polwan Polda Papua Ny. Nova Patrige Renwarin menyampaikan pesan khusus kepada seluruh Polwan dalam rangka Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Polwan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu, melakukan evaluasi diri serta memperkuat komitmen dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, negara dan institusi Polri.

Dengan mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”, setiap Polwan diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui integritas, ketulusan, keberanian, profesionalisme dan pengabdian.

“Dampak tersebut tidak selalu dimulai dari hal-hal besar, tetapi dapat hadir melalui pelayanan yang tulus, keberanian membantu masyarakat, ketegasan menolak pelanggaran, kejujuran, kedisiplinan, serta kesungguhan dalam menjaga kehormatan diri dan nama baik institusi,” ujar Ny. Nova.

Ia menambahkan, Polwan Polda Papua memiliki peran strategis dalam menghadapi karakteristik wilayah, keberagaman budaya, kondisi geografis serta dinamika sosial di Tanah Papua. Polwan diharapkan mampu hadir sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang membangun kedekatan, empati dan kepercayaan masyarakat kepada Polri.

Ny. Nova juga mengingatkan seluruh Polwan untuk menjaga kehormatan, martabat dan marwah diri dengan menghindari berbagai bentuk pelanggaran disiplin, kode etik, penyalahgunaan wewenang, pergaulan negatif maupun tindakan lain yang dapat merusak nama baik pribadi, keluarga dan institusi.

Di era digital, seluruh Polwan juga diminta menggunakan media sosial secara cerdas, dewasa, positif, edukatif dan inspiratif serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi maupun konten yang dapat menurunkan kewibawaan dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Selain itu, ia mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme serta mengajak seluruh Polwan untuk menjaga solidaritas dan persaudaraan. Polwan senior diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda, sementara Polwan junior didorong untuk terus belajar, menghormati senior dan membangun karier melalui kompetensi, karakter, disiplin dan integritas.

“Jangan biarkan keberadaan kita biasa-biasa saja. Jadikan kehadiran kita berarti, pengabdian kita bermanfaat, prestasi kita menginspirasi, dan sikap kita menjadi teladan,” pesannya.

Ia juga menekankan peran penting Polwan dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Polwan diharapkan mampu memberikan rasa aman, mendengarkan dengan empati, memberikan harapan kepada korban serta tetap bertindak tegas berdasarkan hukum.

Melalui kegiatan tatap muka tersebut, Polda Papua terus mendorong terwujudnya Polwan yang profesional, berintegritas, berprestasi, humanis serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan institusi.

Semangat “One Police Woman, Extraordinary Impact” diharapkan tidak berhenti sebagai tema peringatan, tetapi diwujudkan melalui sikap, kinerja dan pengabdian nyata setiap Polwan Polda Papua dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.(rd)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x