x

Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Jayapura, 26 Orang Meninggal dan 372 Hilang, Polda Papua Bantah Isu Tsunami

2 minutes reading
Thursday, 17 Sep 2026 11:18 9 Redaksi

Papua – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 mengguncang Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (10/10/2026). Guncangan kuat yang berlangsung sekitar satu menit tersebut menyebabkan kepanikan warga dan berdampak pada terhentinya aliran listrik di sejumlah wilayah.

Hingga sore hari, berdasarkan data sementara Polda Papua bersama Polres setempat dan instansi terkait, sebanyak 26 orang dilaporkan meninggal dunia, 101 orang mengalami luka-luka, sementara 372 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur. Data sementara mencatat 558 rumah warga mengalami kerusakan, 12 sekolah terdampak, serta dua Polsek mengalami kerusakan parah. Sejumlah jembatan dan bangunan pemerintah juga dilaporkan mengalami retak hingga ambruk.

Personel gabungan TNI-Polri, BPBD, Basarnas dan unsur terkait masih melakukan proses evakuasi serta pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang.

Kasatgas Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. mengatakan, jajaran kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan penanganan di lokasi terdampak dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Personel gabungan bersama instansi terkait masih terus melakukan evakuasi dan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Kombes Pol. Cahyo.

Di tengah proses penanganan dan evakuasi, beredar informasi di media sosial yang menyebutkan adanya potensi tsunami susulan di wilayah Mappi. Informasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Kombes Pol. Cahyo menegaskan masyarakat tidak perlu mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi dan meminta warga tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Informasi mengenai tsunami susulan yang beredar di media sosial tersebut adalah hoaks. Kami mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Untuk informasi terkait gempa dan potensi tsunami, masyarakat agar mengacu pada informasi resmi BMKG,” tegasnya.

Polda Papua juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, serta mengikuti petunjuk petugas apabila dilakukan evakuasi.

“Masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak agar tetap waspada, menghindari bangunan yang rusak dan segera melaporkan apabila menemukan korban maupun kondisi yang membutuhkan pertolongan. Utamakan keselamatan dan jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya,” tambah Kombes Pol. Cahyo.

Personel Polda Papua bersama jajaran Polres setempat telah disiagakan di sejumlah lokasi terdampak untuk membantu pengamanan, evakuasi, pengaturan arus lalu lintas, serta mendukung proses penanganan dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat.

Polda Papua bersama seluruh unsur terkait terus melakukan koordinasi dalam penanganan dampak gempa serta memastikan proses evakuasi dan pelayanan kepada masyarakat terdampak berjalan secara optimal.(rd)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x